Posts

Showing posts from March, 2023

We'd never know the struggle they have

Bukankah kita terlalu sok tau, saat kita menganggap orang lain belum berdamai dengan masa lalunya? Padahal dia bahkan ngga berucap apa-apa. People tend to jump into conclusion that someone is still not over their past just because they tell you a story with emotions. People tell you their breakup story while crying? Oh they haven't moved on from their ex, that's why they're still single. People tell you their toxic ex-workplace story and now still haven't gotten a new job? Oh they must be still not over it, they must be having unreasonable high standards, that's why they're still jobless. People tell you their toxic friendship story and now have only a few friends? Oh if they already overcome that, they wouldn't be this picky. Padahal belum tentu keadaannya yang sekarang tuh karena mereka belum selesai sama masa lalunya, selesai sama traumanya. Apapun hal yang ngga enak yang pernah dialami tentu akan mempengaruhi pola pikir dan keputusan yang diambil seseora...

Which one are you, before or after?

Jadi ceritanya kemarin lusa gue dan 2 senior gue sempet pindah kerja ke ruang yang masih belom diisi tim yang akan pindah ke sana, supaya kita bisa kerja sambil bebas ngobrol dan juga bisa lesehan dengan bebas mumpung itu masih kosong haha. Ada banyak topik dong tentunya yang kita omongin dan sharing pendapat masing-masing, namanya juga cewe-cewe ngumpul. Nah, salah satunya adalah tentang kalo ketemuan sama orang yang kita kenal online. Gue berdua dengan salah satu dari senior itu yang lebih getol ngobrolnya, karena jodoh kita belom terlihat hilalnya ahaha sedangkan  yang satunya lagi udah bertemu dengan jodohnya dan punya anak, jadi  dia ya ngasih insight dia berdasarkan pengalaman pas masih single haha. Ternyata kita punya preferensi yang beda. Kalo temen gue ini, kalo mau ketemu sama temen yang awalnya kenal online, dia deg-degan dan cenderung diulur terus buat ketemunya, pokoknya kalo bisa nanti nanti aja deh. Temen gue ini lebih ke takut aja buat ketemu, katanya sih insec...

Am I deserved to be...loved?

Oh damn, Kenapa mantan hadir ke mimpi gue sih? I mean, padahal udah lamaaa banget ngga gini, eh kok akhir-akhir ini ada kali sebulan sekali ada dia di mimpi gue, walau cuma sebatas lihat sekilas, bukan interaksi. Tapi tetep aja... pas bangun jadi ada rasa bete dikit :)) Dan, wow, gara-gara mimpi kali ini, gue sampe nulis sesuatu gini karena jadi ada pikiran, tumben banget.. Di satu sisi, ada rasa bersyukur sih, karena gue bangun bener-bener emang udah bukan lagi dengan rasa sedih kalo abis mimpiin dia, tapi justru lebih ke kesel aja sekarang. Bukan kesel ke orangnya, tapi lebih ke, kenapa dia ada di mimpi gue? Gue kontakan sama dia aja udah ngga pernah sama sekali, ngepoin sosmednya juga udah ngga pernah sama sekali, lihat namanya pun udah ngga pernah lagi, apalagi mikirin dia. Then why?? Masalahnya adalah, walau udah ngga tutup buku rapat rapat, udah ngga ada rasa apapun sama sekali, tapi kalo abis mimpiin dia tuh selalu bikin gue mikir tentang segala what did I do wrong.. Walau mungk...

We finally met, hehe

After spending almost a month talking virtually, we finally met today! Ketemu di AEON Tanjung Barat, karena sebelum ketemu gue ada acara jalan-jalan sama temen kantor ke Ragunan. Sebenernya agak ngga enak sih, karena gue dalam kondisi yang kucel, bau keringet+matahari, pokoknya bukan dalam kondisi terbaik. Sungguh penampilan yang sangat kurang optimal ya untuk ketemu orang pertama kali ya, hahaha maaf ya kak.. Tapi setidaknya kakak ketemu aku ya dalam kondisi aku apa adanya(?) if that makes sense. Me and my clueless self; have no idea what to do, where to go, what to eat, bikin kita awalnya cuma muterin seluruh lantai di mall itu HAHA mau makan pun jadi bingung mau makan apa. Thanks to him yang akhirnya memutuskan makan apa HEHE maaf ya kak aku semenyusahkan itu.. At least, sambil jalan dan makan kita bisa sambil ngobrol. Selesai makan, kita ke musholla dulu buat solat Maghrib, tapi setelahnya bingung mau kemana (lagi). Again, akhirnya dia yang memutuskan pergi ke mana.  Karena kit...

(Still) trying my best not to write a detail story or explanation, lol

Kayaknya sesuatu yang lebih baik akan datang saat kita berani ngelepas yang awalnya ngga rela untuk kita lepas tuh nyata adanya ya.. hehe Walau ngga tau ini akan gimana ke depannya, tapi at least gue merasa, oh, wow, thank God for giving me this experience.. Everything seems better. The conversation, the warmth, etc, they are all feel better. Dan satu hal yang bikin diri gue sendiri bangga adalah, this time, I manage not to fall too soon. Like, yes it's comfortable, much more better, and the probability to fall right now is high, but I can still manage not to have that longing feeling. Afraid of ruining the connection again just because I fall, maybe? I learned my lesson well, I guess. Akankah kita ketemu? Akankah kita akhirnya bisa ngobrol secara langsung? Knowing that I really enjoy our conversation, I hope that we can talk just like the same in real life.. But at the same time, there's this fear thinking that our first meeting might become our last meeting. But yeah, there w...