Is it the person? or..the role?

Waktu itu sempet baca tweet di timeline gue yang isinya kurang lebih

"Bisa jadi seseorang bukan membutuhkan kita, tapi membutuhkan peran yang kebetulan bisa kita penuhi. Need the role, but not the person. So they leave the person once the person couldn't do what she/he used to do according to 'that role'" 

Wow. Pas gue kebetulan baca itu, gue langsung mikir,
Mungkin kita semua pernah mengalami itu atau bahkan jadi pihak yang melakukan itu?

Gue rasa, moment di mana kita tau kalo sebenernya yang kita butuhkan hanyalah perannya, adalah saat kita terpisah karena waktu, tempat, atau keadaan.

Misal, kita sedang bersama seseorang dan kita sangat menyayangi orang tersebut, kita yakin kalo kita memang membutuhkan orang itu. Kebetulan ada di daerah yang sama atau berdekatan, kita jadi terbiasa bertemu dan menghabiskan waktu bersama, memperlakukan satu sama lain sebaik mungkin. Tapi ternyata, ada saat di mana kita harus terpisah oleh jarak atau waktu atau apapun itu, yang membuat kita semakin lama jadi ngga bisa melakukan hal yang biasa kita lakukan. Ngga bisa ketemu semudah dulu, komunikasi jadi jarang karena sama-sama sibuk, dsb.

Gue rasa, kalo memang kita membutuhkan orang tersebut, ya semua halangan itu pasti bisa dilihat dari sisi positif, alias "ya emang kondisinya lagi gini". Terpisah karena keadaan kan bukan berarti karena kita yang memilih untuk ada di kondisi kayak gitu. But that doesn't change the love, if it's the actual person that we need. Kalo emang kita membutuhkan orang itu, pasti halangan ini ya akan kita anggap ujian di mana kalo kita bisa melaluinya, ya pasti 'hadiah'nya akan sepadan.

But that's not the case for everyone

Bisa jadi, semakin lama, kita justru merasa kalo hal semacam ngasih kabar, nanya how's your day, dsb jadi cuma sebatas formalitas yang harus dilakukan, bukan karena pure ingin kita lakukan seperti dulu. Ngga bisa ketemu secara fisik, bikin kita jadi ngga diperlakukan sebaik mungkin kayak yang biasa dilakukan/diterima. Abis itu gimana? Kita mungkin menganggap kalo perasaan kita ke orang tersebut udah ngga ada lagi. The spark is gone.

But the question is, is it really the spark which is gone?
Or..maybe we actually don't need them as a person?

Mungkin, karena merasa perasaan itu jadi pudar atau bahkan sampai ngga ada, kita jadi seek for someone. Someone who can treat us well like we used to be treated or maybe better. Atau, karena kita merasa ada orang lain yang pada saat itu bisa ngasih treatment itu duluan, bisa mengambil peran yang sama, DAN.. bisa kita temui tiap saat, baru setelahnya kita merasa kalo perasaan kita ke orang yang sedang jauh di sana tuh udah hilang.
Kondisi-kondisi ini bagi gue ya terjadi kalo yang kita butuhkan tuh lebih ke rolenya, bukan karena orangnya.
Well, kondisi yang kedua sih keterlaluan kalo bagi gue pribadi.

So, bagi gue, saat kita benar-benar menyayangi seseorang karena orang tersebut, we love her/him as a person, kita ngga akan cari alasan buat melepas diri. Like what I said on my previous post, there may be million reasons of why we should leave someone, but one reason is enough for us to stay, if we want to star and we love and believe that someone as a person. 
(but please take a note that this is as long as there are no red flag in that million reasons to leave. love indeed can make us stupid and blind but I hope we still can differentiate what can be and can't be tolerated or I hope we can help our friends to differentiate)

Kebalikannya, saat ternyata yang kita butuhkan hanya perannya aja, kita ngga peduli siapapun orangnya, pokoknya asalkan ada yang bisa ngejalanin peran tersebut, ada yang bisa ngasih apa yang kita mau/butuhkan, ya kita 'ambil' terus tinggal lepasin aja deh orang yang udah ngga bisa/lagi ngga bisa menjalankan peran itu.
More like, "Duh dia udah ngga kayak dulu terus disini ada yang bisa ngasih apa yang gue mau, yaudah gue sama yang disini aja deh"
Kasarnya ya gitu. Terdengar sangat jahat ya, tapi emang begitu nyatanya.   

Tapi, jujur sih, sampai saat gue ngetik ini, gue masih ngga tau sesuatu. Ada yang bilang mungkin emang sebenernya orang tersebut cuma butuh 'peran'nya aja. Ada juga yang bilang mungkin orang tersebut awalnya emang sayang dan membutuhkan orang itu, tapi karena keadaan, perasaannya bisa jadi pudar atau hilang. Keduanya kemungkinan besar akan menghasilkan ending yang sama kan, yaitu perpisahan. Tapi gue masih ngga tau, apakah 2 kondisi itu adalah hal yang berbeda? atau ya sebenernya sama aja, yaitu yang dibutuhkan bukan orangnya?

Karena, kalo bagi gue sih, kalo sayang sama orang, keadaan apapun ngga akan mengubah perasaan itu, apalagi kalo dari awal punya tujuan yang sama dan jelas. Di sini gue ngga bahas tentang ada perbedaan prinsip lah, restu orang tua lah, dsb ya, tapi dari sisi perasaannya aja. Kalo jadinya alasannya karena merasa jalan di tempat, ya itu kalo bagi gue sih karena emang antara perasaannya ngga seimbang, cuma satu yang berusaha, atau their love isn't clear and strong enough so they're not always try to work it out.
Kalo kita benar-benar membutuhkan orang itu as person, apalagi ternyata saling membutuhkan, pasti kita akan selalu cari cara supaya semua berjalan baik kok, hehe.

So, the question will always be: 
Which one are you looking for, are you longing for? The person? Or the role?

Anyway, gue juga mau minta maaf kepada siapapun, kepada kalian, kalo gue pernah memperlakukan kalian seakan-akan yang gue butuhkan hanya apa yang bisa kalian provide, bukan karena orangnya. Maaf kalo gue pernah bikin kalian sampe berpikir demikian.. 
I never mean to do that as I hate the idea of loving someone only for the role and not as a person, but if I ever make you feel like that, I'd like to apologize from the bottom of my heart..

Semoga kelak, kalo memang ternyata kita merasa membutuhkan kehadiran seseorang, kita semua akan bersama dengan seseorang yang akan saling membutuhkan as a person, bukan hanya sekedar membutuhkan suatu perlakuan yang kebetulan bisa dilakukan oleh kita atau orang tersebut.

Comments

Popular posts from this blog

It will be very long..

We'd never know the struggle they have

It wasn't supposed to be my competition