Let's cast some spells
Got my period late and I know exactly why so I wasn't surprised at all.
I'm just bothered that I let that accident affect me tho.
Gue udah cukup heran karena gue bisa legowo secepet itu, cuma dalam hitungan hari.
Tapi akhir-akhir ini rasanya kayak the grief, the sadness, baru muncul lagi.
Is it because his last message that came as a surprise? Tapi padahal chat dia pun ya biasa aja, just saying sorry and thankyou.
Ngga banget kalo gue goyah cuma karena hal yang padahal ngga ada makna tersiratnya.
Gue cuma berharap kalo ini emang cuma karena moodswing di masa period aja. Bukan karena gue berharap hal yang seharusnya tidak gue harapkan.
Mengingat hal-hal baik, happy, dan romantis hanya akan membuat gue selalu wondering all those 'what ifs' and 'if only'.
Mengingat hal yang baik dan sikap-sikap yang bikin gue meleleh itu bagus, tapi alangkah lebih baik hal-hal baik tersebut gue jadikan patokan dan standard untuk ke depannya.
And that's it. Only for that specific purpose.
Bukan untuk flashback sampe akhirnya merasa rindu akan momen-momen itu.
Gue ngga bilang bahwa orang di masa lalu gue itu buruk, no.
Gue merasakan rasa cinta dan bahagia kok, karena kalo gue ngga merasakan itu ngga mungkin gue menerima dia.
Tapi, saat logika gue udah mulai berfungsi normal, gue sadar kalo emang ini jalannya emang seperti ini.
Endingnya emang seperti ini.
Emang ngga bisa.
Kondisi, sikap, situasi yang ada tuh emang ngga memungkinkan.
So it's either tunggu sampe semua itu membaik karena waktunya lagi ngga tepat, or just emang bukan orang yang tepat.
Sa, it's a reminder for you that:
- what's meant for you will always come to you
- don't ever lower your standard
- always remember your future dreams; apa yang lu mau saat udah berumah tangga; apa yang lu mau dan cari untuk partner ngobrol seumur hidup, keinginan random lu dan apakah kalian kelak bisa melakukan itu, gimana lu mau mengisi suasana rumah sehari-harinya, gimana lu mau menciptakan lingkungan keluarga untuk anak lu kelak, dll.
- nothing is rushing you.
Lu ngga lagi berlomba dengan apapun, lu ngga lagi dikejar apapun. Yang ada lu hanya dihantui dengan ketakutan dan kecemasan lu sendiri
- age is just a number.
Yes, saat lo berpisah, salah satu hal yang ada di pikiran lu adalah "udah umur segini malah kandas". Tapi saat pikiran lu udah jernih, lu sadar kalo yang lebih penting adalah menemukan orang yang tepat. It takes time, but it will be just fine. Semua akan berjalan dengan semestinya, dan lu juga akan sadar kalo emang semuanya akan terasa pas.
- your heart need to take a break.
Lu udah mencoba berkenalan sama orang. Ada momen lu happy, tapi ada momen lu tiba-tiba merasa lu belum mau ngobrol sama siapa-siapa. Tenang sa, itu bukan karena lu masih gamon, tapi ini karena hati lu butuh rehat. Kenalan, ngobrol sama orang bukan hal yang salah, tapi lu harus buang pikiran kalo siapapun yang ngobrol sama lu ini kelak jadi jodoh lu. Just treat everyone as a friend. Jangan baper. Dan kalopun ternyata lu lagi ngga mau ngobrol sama siapa-siapa, ya gapapa.
- please do what makes you excited.
Just like the old times
- please just focus on yourself.
You know you love it when you look at yourself in the mirror and you love the way you glow and smile.
Treat yourself right so the right things will come and everything will be so great.
Comments
Post a Comment